Kamis, 02 Juli 2009

Akhir Hayat Seorang Ahli Shalawat

Dahulu, di masa pemerintahan Sayyidina Umar RA, hiduplah seorang laki-laki yang kaya raya. Laki-laki tersebut juga dikenal sebagai orang yang berperilaku buruk. Namun, di sisi lain dia memiliki kegemaran/hobi yang mulia, yaitu membaca sholawat Nabi SAW. Kepada hobinya itu, dia bahkan tidak pernah lupa ataupun menguranginya. Dengan kata lain, dia bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW secara rutin dan terus-menerus.

Ketika dia berada di ujung usia, wajahnya berubah menjadi sempit dan hitam, sehingga orang-orang yang melihatnya akan merasa takut. Dan di saat dia berada di dalam samudra kematian (sesaat sebelum meninggal dunia) diapun berteriak: "Wahai Abul Qosim (salah satu nama panggilan Rasululloh SAW) aku sungguh mencintaimu dan akupun memperbanyak bersholawat kepadamu." Belum sampai selesai berteriak, tiba-tiba ada seekor burung yang turun dari langit. Lalu burung itu mengusap wajah laki-laki tersebut dengan sayapnya, sehingga secara ajaib wajahnya berubah menjadi putih dan badannya mengeluarkan bau yang semerbak seperti harumnya minyak misik. Akhirnya laki-laki tersebut meninggal dunia dalam keadaan memeluk agama Islam (membawa iman).

Kemudian, di saat jenazah laki-laki tersebut sampai di pemakaman dan dimasukkan ke dalam liang lahat, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari langit: "Sesungguhnya di dalam kubur ini hanya ada lembaran kain kafan dari hamba ini (laki-laki yang ahli sholawat tersebut). Dan sesungguhnya sholawat Nabi yang biasa ia baca telah mengambilnya dan membawanya ke dalam Surga." Mendengar suara itu, orang-orang yang hadir dalam acara pemakaman tersebut merasa takjub.

Kemudian, pada suatu malam ada seseorang yang bermimpi melihat laki-laki tersebut sedang berjalan melayang di antara langit dan bumi sambil membaca ayat Al-Qur'an: "INNALLOOHA WAMALAAIKATAHUU YUSHOLLUUNA 'ALANNABI. YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUU SHOLLUU 'ALAIHI WASALLIMUU TASLIIMAA."

Itulah kisah nyata yang sangat menakjubkan dari seseorang yang berkelakuan buruk, namun orang tersebut sangat rajin bersholawat kepada Raslulloh SAW, hingga akhirnya di ujung perjalanan hidupnya, dia mendapatkan ni'mat yang sangat agung, Subhanalloh.

Kisah ini dinukil ( diambil) dari kitab "Durrotun Nasihin".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar